Khasiat dan Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan

khasiat dan manfaat buah jengkol

Jengkol

Sebagian besar dari anak muda sekarang enggan untuk makan jengkol, karena beranggapan jengkol tidak enak, rasanya tak sedap, dapat menyebabkan bau mulut, bahkan bau badan. Tapi apa anda sudah tahu kalau dibalik itu semua jengkol memiliki banyak sekali khasiat bagi kesehatan.

Hal ini karena jengkol memiliki berbagai macam kandungan yang kaya akan nutrisi atau gizi. Menurut penelitian jengkol kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, dan lain sebagainya.

Kandungan gizi pada jengkol

Menurut penelitian jengkol adalah buah yang kaya akan gizi yang dapat menjaga tubuh kita agar tetap sehat dan berikut kandungan gizi yang terdapat pada jengkol.

  • karbohidrat
  • protein
  • vitamin A
  • vitamin B1
  • vitamin B2
  • Vitamin C
  • fosfor
  • kalsium
  • alkaloid
  • minyak atsiri
  • steroid
  • glikosida
  • Zat besi

Manfaat jengkol untuk obat tradisional

Akan kayanya nutrisi pada jengkol membuat khasiat yang terkandung dalam jengkol sangatlah banyak, meskipun membuat badan atau nafas berbau dan berikut kami ulas khasiat pada jengkol.

  • Vitamin

Vitaman yang yang dimiliki jengkol antara lain vitamin A, B1, B2, dan C. Kandungan vitamin A yang terdapat pada jengkol sekitar 658mg per 100g jengkol. Vitamin A dalam jengkol akan membantu menjaga kesehatan mata agar selalu sehat. Vitamin B2 pada jengkol akan membantu penyerapan protein dalam tubuh, sedangkan kandungan vitamin B1 menjaga kepekaan syaraf.

Jengkol mengandung vitamin C 80mg pada tiap penyajian 100 gram jengkol. Vitamin C adalah antioksidan yang akan melawan radikal bebas dalam tubuh sekaligus penangkal virus dan bakteri yang akan menyerang tubuh. Selain itu vitamin C juga berperan sebagai penyerapan zat besi. Jadi mengkonsumsi jengkol bisa mengoptimalkan kadar hemoglodin darah karena mengandung zat besi sekaligus vitamin C yang cukup tinggi.

  • Zat besi

Zat besi sangatah penting untuk tubuh kita dalam pembentukan hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dalam jaringan tubuh. Oleh karena itu, mineral ini sangat penting dalam pernafasan sel tubuh. Jika anda kekurangan kadar zat besi, bisa dipastikan pengangkut oksigen akan berkurang sehingga tubuh akan menjadi lemas, lesu, pucat, dan loyo. Coba Anda bayangkan jika kita tidak dapat bernafas selama 10 menit. Seperti itulah contoh gambaran tentang pernafasan sel kita yang kekurangan oksigen. Jengkol mengandung 4,7g zat besi per 100g bahan. Jadi, makan jengkol akan membuat tubuh semakin bergairah dan tetap semangat.

  • Protein

Ternyata protein yang dihasilkan jengkol cukup tinggi juga yaitu 23,3g per 100g jengkol. Nilai protein nabati ini lebih tinggi dari makanan yang lainya seperti kacang hijau dan kedelai. Protein dalam jengkol akan mengganti sel-sel yang sudah usang di tubuh kita dengan yang baru, membentuk jaringan baru, membentuk kecerdasan, berperan dalam sistem hormon, dan lain sebagainya.

  • Kalsium

Kadar kalsium yang dimiliki jengkol adalah 140mg dari per 100g jengkol. Jengkol menghasilkan kalsium yang akan menjaga dari pengeroposan tulang. Makanan ini juga baik dikonsumsi untuk ibu hamil dan juga ibu menyusui yang membutuhkan kalsium dalam jumlah yang besar.

  • Fosfor

Fungsi fosfor ini hampir sama dengan kalsium yaitu menjaga kesehatan tulang dan gigi. Jumlah fosfor dalam jengkol sekitar 166,7mg per 100g jengkol. Jadi mari kita cegah kesehatan gigi dari ancaman berlubang dan pengeroposan tulang dengan konsumsi jengkol setiap hari.

Cara mengurangi bau jengkol

  1. Rendam jengkol dengan air beberapa saat sebelum memasaknya
  2. Jika ingin kandungan bau agak berkurang, memarkan jengkol setelah direbus setengah matang, dan rendam kembali agar kandungan bau lebih berkurang.
  3. Makan timun setelah Anda makan jengkol, karena timun akan menyamarkan bau jengkol.
  4. Setelah makan jengkol Banyak-banyaklah untuk minum air putih agar bau yang dihasilkan makan jengkol biar cepet hilang.

Olahan jengkol

Jengkol merupakan buah yang dapat dimakan segar ataupun diolah. Olahan yang digemari warga betawi adalah semur jengkol yang dikenal orang sunda dengan sebutan “ati maung (hati macan)”.

Olahan lain bisa digoreng kering, gulai dan lain sebagainya, mungkin tiap daerah juga memiliki khas olahan masing masing. Selain untuk olahan makanan, jengkol juga bisa diolah sebagai cemilan seperti kripik.

Gangguan kesehatan

Meskipun Anda makan jengkol dalam jumlah sedikit nanti akan menciptakan masalah pada penampilan Anda, karena nanti nafas anda akan bau jengkol, keringat bau, bahkan urin juga bisa sangat bau. Namun itu bisa dihilangkan dengan melakukan sikat gigi, deodoran, pengharum badan (minyak wangi) atau pewangi lainnya.

Selain bau, jengkol juga dapat mengganggu kesehatan pada tubuh bila Anda terlalu banyak mengkonsumsi jengkol. Gangguan tersebut adalah menyebabkan penumpukan kristal dan gangguan urinasi, ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut dalam air pada pH asam.

Khasiat lain jengkol
Jengkol memiliki khasiat diuretic yang dapat membantu melancarkan pembuangan urine, dan hal ini sangat menguntungkan bagi penderita penyakit jantung koroner.
Seratnya dapat melancarkan buang air besar, dan secara tidak langsung dapat membantu melangsingkan perut yang buncit akibat sulit BAB. Karena itu juga jengkol digunakan sebagai bahan cuci perut yang ampuh selain apel.
Mencegah penyakit diabetes/kencing manis dikarenakan kandungan asam dan mineralnya.

Waspada terhadap Jengkol
Asam jengkolat yang terdapat di jengkol berupa kristal dan tidak mudah larut oleh air. Karena itu saran dalam mengkonsumsi jengkol adalah jangan berlebihan, karena ginjal bisa jadi tidak dapat menyaring asam tersebut dalam jumlah yang kelewat banyak hingga akhirnya mengalami sulit berhenti buang air kecil atau sering disebut anyang-anyangan.

Terima kasih anda sudah meluangkan waktu untuk membaca manfaat jengkol, untuk mengetahui manfaat buah dan sayuran lainnya anda bisa klik “Khasiat buah-buahan dan manfaatnya”.

Related posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>