Khasiat dan Manfaat Buah Ubi atau Umbi Bagi Kesehatan

Manfaat Buah Ubi

Buah Ubi [detik]

Siapa yang tak mengenal umbi atau yang lebih dikenal dengan ubi. Yups…masyarakat banyak menjadikan buah ini sebagai sumber makanan pokok khusunya bagi nenek moyang kita dimasa dulu.

Umbi sendiri terdapat berbagai macam jenis antara lain.

1. Ubi jalar atau Ipomoea batatas L (nama biologi).

Dari berbagai jenis umbi-umbian yang ditemukan dalam perjalanan ini tampaknya ubi jalar merupakan jenis yang paling umum dibudidayakan dan diolah menjadi berbagai macam produk olahan. Beberapa daerah pembudidayaan dan pengolahan yang cukup besar, antara lain di Kabupaten Malang.

2. Singkong (Manihot esculenta Crantz)

Di Indonesia singkong, atau ubi kayu, bodin, sampeu mempunyai arti ekonomi penting dibandingkan dengan umbi-umbi lainnya. Jenis ini kaya akan karbohidrat dan merupakan makanan pokok di daerah tandus di Indonesia. Selain umbinya, daunnya mengandung banyak protein yang dipergunakan berbagai macam sayur, dan daun yang telah dikayukan digunakan sebagai pakan ternak. Batangnya digunakan sebagai kayu bakar dan seringkali dijadikan pagar hidup.

3. Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennstedt) Nicolson)

Suweg merupakan salah satu jenis Araceae yang berbatang semu, memiliki satu daun tunggal yang terpecah-pecah. Jenis ini jarang dibudidayakan, umumnya tumbuh di hutan-hutan jati atau kebun yang tidak dipelihara. Seperti halnya talas, suweg juga mengandung kristal kalsium oksalat yang membuat rasa gatal. Senyawa ini dapat dihilangkan dengan cara perlakuan dan perebusan. Umbinya dapat dipanen 8 – 10 bulan.

4. Garut (Maranta arundinacea L.)

Tanaman garut menyukai tumbuh pada tanah yang lembab dan di bawah naungan. Di Jawa Barat, garut dikenal dengan sebutan sagu atau irut.

5. Ganyong (Canna indica L.)

Seperti halnya dengan tanaman garut, ganyong umumnya tumbuh berumpun di bawah naungan antara lain: jati, bambu, pisang, biasanya ditanam secara tumpang sari namun belum secara intesif. Umumnya, hasilnya untuk konsumsi keluarga saja. Dikenal 2 macam ganyong yaitu ganyong berdaun merah dan berdaun putih, meskipun umbinya berwarna putih dan mempunyai rasa yang sama.

6. Gadung (Dioscorea hispida Dennst.)

Jenis ini dicirikan dari daunnya yang terdiri dari 3 helai daun dan batangnya yang berbulu dan berduri tersebar sepanjang batang dan tangkai daun. Umbinya berwarna coklat muda, diliputi rambut-rambut akar yang besar dan kaku.  Umbi gadung tidak dapat dikonsumi secara langsung karena beracun sehingga harus diberi perlakuan tertentu sebelum diolah.

7. Uwi (Dioscorea spp.)

Ada beberapa varietas dari uwi dan penamaannya di tiap daerah juga berbeda-beda. Di daerah Wonosari (Yogyakarta) dan desa Poncokusumo (Malang-Jawa Timur), terdapat varietas uwi putih dan uwi ungu (“gadung” dalam bahasa JawaTimur). Di Kutowinangun (Jawa Tengah), dikenal yang namanya uwi bangkulit (kulit luarnya berwarna merah “abang” dalam bahasa Jawa Tengah), sedangkan di daerah Garut dikenal varietas huwi manis/kalapa (karena rasanya manis seperti kelapa) dan huwi  hideung (karena warna hitam. “”hideung” hitam dalama bahasa Sunda). Umbi uwi ini biasanya dipanen sekitar umur 6-8 bulan. Pemanfaatan uwi sebagai sumber bahan pangan biasanya hanya sebatas dikonsumsi sebagai pengganti nasi dengan cara dikukus, atau  di kecamatan Leles, Kabupaten Garut, uwi biasanya digunakan untuk acara sawaka (7 bulanan masa kehamilan).

8. Gembili (Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill)

Jenis ini merupakan salah satu yang dibudidayakan dan jarang ditemukan tumbuh liar. Umumnya ditanam secara terbatas di pekarangan rumah. Umbinya berwarna putih sampai putih kekuningan dan pemanfaataannya sebatas dikonsumsi dengan cara dikukus sebagai pengganti makanan pokok.

9. Kentang hitam (Coleus tuberosum Benth. Atau Plectranthus rotundifolius (Poiret) Sprengel)

Kentang hitam/ireng seringkali disebut juga sebagai kentang kleci (karena bentuk umbinya kecil, bulat seperti bentuk kleci atau kelereng). Disebut sebagai kentang ireng karena kulit luarnya berwarna hitam (“ireng” dalam bahasa Jawa).

10.  Talas (Colocasia sp.)

Salah satu jenis umbi-umbian yang cukup banyak digemari orang adalah talas. Talas sembir atau semir banyak dijumpai dan dibudidayakan di desa Sembir, Kabupaten Sumedang. Batang dan daunnya dapat di gunakan sebagai sayur.

11.  Mbote (Xanthosoma sp.)

Di beberapa daerah di Jawa Timur, talas kadangkala disebut mbote. Seperti halnya kimpul, mbote yang diambil anakan umbinya. Kulit luar umbi mbote berambut dan umbinya beruas-ruas. Di pasar tradisional Malang juga banyak dijual umbi mbote, biasanya dikonsumsi dengan cara dikukus.

12.  Kimpul (Xanthosoma nigrum (Vell.) Mansfeld)

Kimpul seringkali dicampuradukkan dengan talas.  Jika talas yang diambil umbi induknya, maka kimpul yang diambil umbi anakannya. Kulit luar umbi kimpul halus dan tidak beruas-ruas. Pemanfaatan kimpul ini sebagai sumber bahan pangan dengan cara dikukus. Banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional di daerah Malang dan Temanggung.

Kandungan pada tanaman dan buah khusu ubi kayu:

  • Kalori 146 kal
  • Protein 1,2 gram
  • Lemak 0,3 gram
  • Hidrat arang 34,7 gram
  • Kalsium 33 mg
  • Fosfor 40 mg
  • Zat besi 0,7 mg
  • Vitamin B1 0,06 mg
  • Vitamin C 30 mg
  • Vitamin A 11000 SI
  • Vitamin C 275 mg
  • Vitamin B1 0,12 mg
  • Kalsium 165 mg
  • Kalori 73 kal
  • Fosfor 54 mg
  • Protein 6,8 gram
  • Lemak 1,2 gram
  • Hidrat arang 13 gram
  • Zat besi 2 mg

Kandungan pada bagian daun ubi kayu:

  • Tanin
  • Enzim peroksidase
  • Glikosida
  • Kalsium oksalat

Data diatas merupkan hitungan dari per 100 gram

Manfaat buah ubi kayu antara lain:

  • Reumatik
  • Demam
  • Sakit Kepala
  • Diare
  • Mengusir cacing perut
  • Mata sering kabur
  • Menambah nafsu makan
  • Luka bernanah
  • Luka baru kena barang panas (mis. knalpot)

Terima kasih anda sudah meluangkan waktu untuk membaca manfaat buah waluh ini, untuk mengetahui manfaat buah lainnya anda bisa klik “Manfaat Buah-Buahan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>